HMI MEDIS UMM

HARI BAHAGIA SEORANG PEMUDA

Posted by J Kamis, 07 November 2013 0 komentar

Minggu ini menjadi hari bahagia bagi Remaja ini, sebut saja namanya Rahman. Dia adalah seorang pemuda yang mengawali kuliahnya di Universitas ternama di Malang. Betapa tidak, perjuangannya selama tiga tahun yang lalu tidak sia-sia. Dia mengakhiri masa mahasiswanya dengan penuh perjuangan dan pengorbanan. Hari ini, hari sabtu tepat dimana toga yang ia impikan selama ini menjadi kenyataan. Pakaian hitam, besar dan setiap orang ingin memakainya pun ada di badannya. Rasa kegembiraan yang besar tersirat diwajahnya.
Selama duduk di bangku kuliah dia selalu ingin menjadi yang terbaik di kelasnya. Rahman ingin membuktikan pada semua orang bahwa dia adalah seorang pemuda yang tangguh. Dia ingin semua usaha yang dilakukannya memberikan manfaat dan motivasi bagi dia untuk meraih impiannya.
Dikelasnya Rahman selalu aktif dalam berbagai hal, terutama disetiap mata pelajaran yang dia ikuti selalu saja bersemangat untuk bertanya tentang pelajaran saat itu. Dikelas dia sangat disenangi oleh teman-temannya. Banyak teman-temannya yang ingin belajar bersama dan meminta bantuan mengerjakan tugas kuliahnya, diapun tidak menolak permintaan temannya itu. Dia menganggap bahwa semua itu adalah tugas dia untuk mengajari temannya.
Sebelum masuk diperkuliahan dia selalu memeriksa terlebih dahulu tugas dan hal-hal yang berkaitan dengan mata pelajaran yang akan diikutinya. Hal itu terus ia lakukan sebelum masuk di dalam kelasnya. Menurut dia dengan begitu semua kekhawatiran yang mungkin timbul akan bisa diatasi dengan mudah.
Hari demi hari ia lewati, tak sedikitpun berbagai macam pengalaman ia lalui. Kadang dia menemukan pengalaman yang indah, baik, jelek, bahkan pengalaman yang ektrim pun ia hadapi. Pernah suatu ketika jam pelajaran bahasa inggris dikelasnya. Ya pelajaran ini memang hal yang membosankan dan tidak ia senangi, sampai akhirnya diapun mendapatkan nilai Akhir yang jelek. Ya sebut saja nilai “D”. Hal ini membuat dia kecewa dan merasa bahwa pelajaran ini sangat menjadi momok bagi dia, karena selama perkuliahan dia merasa bahwa dia tidak pantas mendapatkan nilai itu. Dia menganggap bahwa ini tidak adil. Kenapa hanya dia yang mendapatkan nilai yang jelek itu, padahal temannya yang lain tidak lebih pintar dari dia. Tapi itu tidak membuatnya putus asa, justru itu menjadi motivasi bagi Rahman untuk lebih baik lagi.
Dua tahun berlalu dia menjadi mahasiswa di Malang, banyak cerita pengalaman yang ia dapatkan. Mulai dari tingkah laku temannya yang beragam ada yang jahil, baik, alim, pintar, bodoh, dan sebagainya. Bahkan bapak kos yang lucu dan ribet, masyarakat dengan berbagai macam budayanya, pengalaman liburan ditempat wisata, sampai pengalaman pahitpun ia rasakan. Ya… semua itu menjadi kenangan indah yang tidak terlupakan olehnya.
Tepat tiga tahun sudah Rahman menjadi mahasiswa dan sekaligus mengakhiri masa kuliahnya. Hari yang dimana ia tunggu-tunggu dan dambakan selama ini. Perjuangan dan doa semua telah ia lalui untuk menjadi wisudawan. Dihari ini semua orang merasa bangga atas dirinya.
Kerabat keluarga dan orang tua yang selama ini membiayai kuliahnya merasa bahagia atas capaian yang dia perjuangkan dan lalui. Semua usaha orang tua tidak sia-sia untuk seorang anaknya itu. Rahman, ya… Rahman namanya…

pelajaran yang dapat di ambil dari cerita Rahman ini antara lain :
  • Perjuangan dan doa adalah kunci utama kesuksesan
  • Setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda-beda, maka jadikanlah pengalaman itu sebagai cerita kehidupan anda dan nikmatilah semua itu dengan hati yang bijak.
  • Kita sebagai mahasiswa dituntut untuk aktif di dalam kelas dan berusaha menjadi yang terbaik, tentunya dengan cara belajar yang rajin.
  • Sebelum masuk di dalam kelas, usahakan setiap pelajaran yang ingin kita pelajari harus dipersiapkan dan di cek terlebih dahulu agar tidak ada yang tertinggal di kos dan sebagainya.
  • Membahagiakan orang tua adalah hal yang wajib kita lakukan sebagai seorang anak dan kita harus membalas keringat kedua orang tua kita dengan cara kuliah tepat waktu dan nilai yang memuaskan.
  • Ketika anda mendapatkan nilai yang jelek di kuliahnya, maka jadikanlah itu sebagai pelajaran dan motivasi anda untuk lebih meningkatkan kemampuannya pada mata pelajaran itu. Bukan malah membiarkan saja.
  • Menjadi diri sendiri itu penting, maka jadilah diri anda yang sebenarnya.

Malang, 07 november 2013


Di ambil dari “Kisah seorang pemuda

0 komentar:

Posting Komentar

LIKE FANPAGE INDAHNYA PERSAHABATAN

KELUARGA HIMPUNAN

KELUARGA HIMPUNAN

Total Pengunjung