HMI MEDIS UMM

Malu yang sesungguhnya.

Posted by J Jumat, 03 Januari 2014 0 komentar
Nabi Muhammad Salallahualiahi wassallam pernah bersabda : 
Malu tidak akan ada kecuali akan mendatangkan kebaikan (HR. Bukhari & muslim), dalam riwayat lain disebutkan. "rasa malu, itu semuanya adalah baik (HR. Muslim)
bahkan Rasulullah menyuruh kepada kita "malulah engkau kepada Allah dengan malu yang sesungguhnya" maka para sahabat menjawab, kami semua malu ya Rasulullah. Rasulullah menjawab : belum, bukan itu. akan tetapi malu itu adalah orang yang menjaga lidahnya, yang menjaga matanya, yang menjaga perutnya, yang menjaga kemaluannya.
Malu itu bukan gengsi, kalau gengsi itu adalah sombong. tapi malu itu adalah malu kalau kita melakukan kemaksiatan kepada Allah. malu kalau kita melanggar Allah. Malu kalau kita dilihat oleh Allah dalam keadaan bermaksiat kepada Allah.

Sahabat yang dirahmati Allah.
Mungkin kadang kita salah menempatkan rasa malu itu sendiri. kadang kita beranggapan bahwa malu itu adalah malu kalau mengenakan pakaian yang tidak bermerek, berkendaraan tempo dulu, malu kalau pakai hp jadul, malu kalau masih dianggap tidak trend dan bermode. Tapi pernahkah kita bertanya pada hati kecil kita, apakah ini rasa malu yang diajarkan oleh Rasulullah? 
Padahal rasa malu yang ini bukanlah rasa malu yang diinginkan oleh Rasulullah Salallahualaihi wassallam. akan tetapi rasa malu yang seperti itu adalah rasa sombong dan ketakaburan. kita selalu ingin dan harus dianggap berkelas, ingin tampil lebih dari orang lain dan ingin tampil beda. maka sesungguhnya ini adalah kesombongan.
Maka Rasulullah mengatakan kepada kita malulah engkau dengan malu yang sesungguhnya, maka sahabat menjawab : kami malu ya Rasulullah.
ternyata apa yang dipahami oleh para sahabat sama seperti yang selama ini kita pahami yaitu malu kalau makan sederhanya, pakaian sederhanya, mempunyai pekerjaan yang sederhana.
Rasulullah menjawab : bukan itu. tapi malu yang sesungguhnya adalah malu jika kau menjaga kepalamu dan apa yang dikandungnya, artinya menjaga matanya, telinganya, mulutnya, lidahnya dari yang diharamkan oleh Allah. Kemudian menjaga perutmu dan apa yang disekitarnya, yaitu kemaluannya. Maka malu yang diinginkan oleh Rasulullah bukanlah malu dipandang manusia tapi malu dipandang oleh Allah. Apakah yang kita lakukan saat ini Allah ridho atau tidak, apakah Allah cinta atau tidak. itulah malu yang sesungguhnya.  Maka marilah kita bertanya pada diri kita masing-masing, apakah malu kita sudah sesuai dengan yang dinginkan oleh Allah? Atau jangan-jangan malu kita adalah malu yang melahirkan kesombongan yang justru membawa kita pada kehinaan.
Oleh karena Itu maka marilah kita pupuk rasa malu kita kepada Allah.
hilangkan gengsi, hilangkan pamer, hilangkan hidup mewah. karena semua itu akan melahirkan kerakusan yang akan melahirkan kejahatan. oleh karena itu marilah sahabatku kita memulai hidup sederhana. karena dengan kesederhanaan kita akan mudah mensyukuri nikmat Allah subhanawata'ala.
sahabatku mencari pekerjaan itu yang penting halal, bukan yang penting besar gajinya.
mamakai baju itu yang penting menutup aurat, bukan yang penting glamor.
rumah itu yang penting bisa menjaga keluarga, bukan yang penting megah. ini adalah kunci keselamatan.
sebaliknya orang yang hanya mementingkan kemewahan cenderung memaksakan diri. meskipun pendapatannya terbatas. ia harus membeli baju yang mahal, rumah yang megah, dan kendaraan yang mewah. dan secara otomatis ia akan terjerumus untuk mengambil tindakan yang tidak diridhoi oleh Allah. itulah hilangnya rasa malu. sungguh malu adalah benteng keselamatan kita.
semoga diri kita dijaga oleh Allah agar mempunyai malu yang diinginkan oleh Allah subhanawata'ala.

Nasehat Untuk sahabat :


MOTTO
"Hidup tanpa tantangan tidak patut untuk dijalani, karena layang-layang terbang bukan mengikuti arus tapi justru menentangnya"
#salam PersahabatanRelated Posts Plugin for WordPress, Blogger...

0 komentar:

Posting Komentar

LIKE FANPAGE INDAHNYA PERSAHABATAN

KELUARGA HIMPUNAN

KELUARGA HIMPUNAN

Total Pengunjung