HMI MEDIS UMM

Agar Hidup Bahagia

Posted by J Minggu, 29 Desember 2013 0 komentar
Sahabat yang semoga dirahmati Allah. Kita sebagai mukmin yang beriman pasti ingin mendapatkan kehidupan yang bahagia, namun masih banyak dari kita yang mencari kebahagiaan kemana-mana. Padahal kebahagiaan yang sesungguhnya ada pada diri kita masing-masing. kita tidak bisa pungkiri bahwa kebahagiaan adalah sesuatu yang sering dicari oleh manusia. kata bahagia merupakan kalimat yang ingin dicapai oleh kita termasuk muslim yang beriman. kebahagian bagi setiap orang berbeda-beda. Ada orang kaya yang bergelimang harta bilang bahwa bahagia itu banyaknya harta tapi mereka yang banyak harta ternyata masih banyak yang sirna kebahagiaannya, namun ada juga orang yang miskin bahagia dengan kehidupannya. Ada orang yang menyangka bahwa kebahagiaan itu karena banyak teman, link yang luas, popularitas yang tinggi, namun kenyataannya mereka tidak bahagia. banyak orang yang bilang bahwa kebahagiaan itu ketika kita pergi liburan keluar negeri, wisata keliling dunia, namun kenyataannya masih banyak dari mereka yang mendapatkan semua itu tapi sirna kebahagiaannya.
kebahagian yang sesungguhnya adalah ketika kita mampu beradaptasi pada setiap perubahan yang terjadi pada diri kita. maka ketika kita mendapatkan musibah maka kita sudah siap menghadapinya, begitu pula ketika kita sudah mendapatkan kebahagaiaan maka kita sudah siap untuk bahagia.
sahabat yang dirahmati Allah, kebahagian itu tidak didapat dengan mudah, kita harus mendapatkannya dengan usaha yang terus menerus. kebahagiaan itu adalah ketika kita tidak frustasi bila mendapatkan musibah atau cobaan dari Allah. kabahagiaan itu hanya bisa diwujudkan didalam diri seseorang. orang yang bahagia harus mampu bersyukur ketika mendapatkan nikmat Allah, bersabar ketika mendapatkan musibah, dan beristigfar ketika kita melakukan dosa-dosa. Adapun orang-orang yang bahagia maka mereka berada dalam jannah (surga). kekal didalamnya. Siapakah mereka? mereka adalah orang-orang yang qana'ah, menjaga lisannya, dan mereka yang beribadah kepada Allah.
Maka ingatlah sahabatku, bahwa kebahagiaan itu didapatkan ketika kita mampu bersyukur atas ni'mat yang Allah berikan pada kita, begitupun ketika Allah memberikan musibah pada kita maka kita bersabar.
sahabatku, percayalah akan keberadaan Allah. percayalah bahwa hanya Allah yang mampu memberikan kebahagiaan pada setiap hambanya. bersyukurlah atas apa yang Allah berikan pada kita. Yakin usaha akan sampai apabila kita barengi usaha kita dengan berdo'a kepada Allah. yakin Akan kedermawanan Allah Azza wazalla.
Semoga kita menjadi orang-orang yang bahagia yang sesungguhnya. semoga kita mendapatkan kebahagiaan didunia dan diakhirat yang merupakan puncak dari kebahagiaan.

Sahabat yang dirahmati Allah. dibawah ini saya sertakan nasehat dari ustadz Zainal Abidin, tentang tips dan cara agar hidup bahagia. semoga video ini bermanfaat bagi kita semua.

Putar video untuk melihat :



Nasehat bagi Sahabat : 


MOTTO
"Hidup tanpa tantangan tidak patut untuk dijalani, karena layang-layang terbang bukan mengikuti arus tapi justru menentangnya"
#salam PersahabatanRelated Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Read More..

Pemahaman Rancu Quraish shihab tentang Jilbab

Posted by J Sabtu, 28 Desember 2013 0 komentar

Sahabat yang dirahmati Allah. Pada kesempatan kali ini saya akan menguraikan pemahaman Quraish shihab tentang Jilbab yang sungguh menyakiti perasaan umat Islam. penjelasan yang sungguh tidak ada dasar dan Dalilnya dalam Al-Qur'an. Dimana sa'at ditanya oleh ibu-ibu tentang keluarganya yang tidak pakai jilbab, maka Quraish Shihab dengan entengnya menjawab bahwa jilbab itu menurut saya adalah pakaian terhormat.
Kritikan : Maka kami katakan bahwa pakaian terhormat menurut orang berbeda-beda. coba kita lihat pakaian terhormat menurut orang barat adalah pakaian yang telanjang. sedangkan pakaian terhormat menurut orang timur tengah berbeda lagi. jadi pernyataan yang dilontarkan oleh Quraish Shihab sungguh tidah ada dasarnya.
bukankah tidak beliau baca hadits nabi :
1. “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka, yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan ALLAH adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Al Ahzab : 59)
2. “Wahai anakku Fatimah! Adapun perempuan-perempuan yang akan digantung rambutnya hingga mendidih otaknya dalam neraka adalah mereka itu di dunia tidak mau menutup rambutnya daripada dilihat laki-laki yang bukan mahramnya” (HR. Bukhari & Muslim)
3. “Sesungguhnya sebilang ahli neraka adalah perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang yang condong pada maksiat dan menarik orang lain untuk melakukan maksiat, mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya” (HR. Bukhari & Muslim)
4. “Hendaklah mereka (perempuan) melabuhkan kain kudung hingga menutupi dada mereka” (QS. An-Nur : 31)

Dari dalil-dalil diatas sudah jelas tentang kewajiban menutup aurat dan mengenakan jilbab bagi wanita dan masih banyak lagi dalil yang lainnya. Lantas apakah kita percaya dengan penyataan yang kontroversial dari Quraish Shihab. Marilah Sahabat, kita mulai berpikir kritis atas persoalan umat yang terus dibodohi oleh kaum-kaum SEPILIS(Sekulerisme, pluralisme, Liberalisme) ini.

Putar video untuk melihat :

Silahkan diresapi dan dikaji pernyataan dari Quraish Shihab diatas. :)


Nasehat untuk Sahabat :


MOTTO
"Hidup tanpa tantangan tidak patut untuk dijalani, karena layang-layang terbang bukan mengikuti arus tapi justru menentangnya"
#salam PersahabatanRelated Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Read More..

Pilihan Allah yang terbaik.

Posted by J Jumat, 27 Desember 2013 0 komentar

Sahabat yang dirahmati Allah. Kali ini saya akan memposting ceramah singkat yang saya Ambil dari link youtube, yufid Tv. kali ini akan membahas tentang pilihan yang terbaik untuk kita adalah pilihan dari Allah. Maka sahabat jangan hawatir dengan kehidupan ini ketika kita bersama dengan Allah. ketika kita sedang dalam kondisi ragu dengan pilihan yang terbaik bagi kita maka mohonlah petunjuk pada Allah karna Allah tau yang terbaik buat kita. terus berpikir positif kepada Allah. tidak boleh dari kita untuk berpikir Bahwa Allah tidak adil karna Dia adalah yang Maha Adil. maka bagi mereka yang berimanlah yang akan mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya. semoga video singkat ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua. 


Putar video untuk melihat :


Nasehat untuk sahabat :



MOTTO
"Hidup tanpa tantangan tidak patut untuk dijalani, karena layang-layang terbang bukan mengikuti arus tapi justru menentangnya"
#salam PersahabatanRelated Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Read More..

Pendidikan Anak dalam Islam

Posted by J Kamis, 26 Desember 2013 0 komentar

Sahabatku yang semoga dirahmati Allah. pada postingan kali ini saya akan membagikan video dari Yufid.Tv yaitu Pendidikan Anak dalam Islam : agar buah hati menjadi anak yang berbakti. yang disampaikan oleh ustadz Zainal Abidin, Lc.
Anak adalah ni'mat sekaligus Amanah. Anak merupakan buah hati, bikin sedih orang tua, bikin bodoh orang tua. maka marilah kita simak video ini agar kita dinasehati bagaimana pendidikan anak dalam Islam. karena Anak soleh merupakan ladang amal kita di dunia ini. Ingatlah bahwa anak dapat menjerumuskan kita kedalam api neraka dan anak dapat menjadi penyebab kita masuk kedalam surga. maka tergantung dari kita bagaimana bisa memanfaatkannya dengan baik. maka didiklah anak kita sekalian dengan pendidikan islam yang baik. Ingatlah bahwa kemaksiatan akan melahirkan kemaksiatan berikutnya.
Dan bagi para sahabatku Pemuda-pemudi, mari kita renungi video ini bersama-sama. marilah kita menjadi ladang amal bagi orang tua kita dan semoga setelah kita berumah tangga nanti kita mempunyai anak yang soleh dan anak itu akan menjadi ladang amal bagi orang tuanya.

Putar video untuk melihat :







MOTTO
"Hidup tanpa tantangan tidak patut untuk dijalani, karena layang-layang terbang bukan mengikuti arus tapi justru menentangnya" 
#salam Persahabatan Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Read More..

Cinta Bukanlah Disalurkan Lewat Pacaran

Posted by J 0 komentar
At Tauhid edisi V/17
Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal
Cinta kepada lain jenis merupakan hal yang fitrah bagi manusia. Karena sebab cintalah, keberlangsungan hidup manusia bisa terjaga. Oleh sebab itu, Allah Ta’ala menjadikan wanita sebagai perhiasan dunia dan kenikmatan bagi penghuni surga. Islam sebagai agama yang sempurna juga telah mengatur bagaimana menyalurkan fitrah cinta tersebut dalam syariatnya yang rahmatan lil ‘alamin. Namun, bagaimanakah jika cinta itu disalurkan melalui cara yang tidak syar`i? Fenomena itulah yang melanda hampir sebagian besar anak muda saat ini. Penyaluran cinta ala mereka biasa disebut dengan pacaran. Berikut adalah beberapa tinjauan syari’at Islam mengenai pacaran.
Ajaran Islam Melarang Mendekati Zina
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’ [17]: 32)
Dalam Tafsir Jalalain dikatakan bahwa larangan dalam ayat ini lebih keras daripada perkataan ‘Janganlah melakukannya’. Artinya bahwa jika kita mendekati zina saja tidak boleh, apalagi sampai melakukan zina, jelas-jelas lebih terlarang. Asy Syaukani dalam Fathul Qodir mengatakan, ”Apabila perantara kepada sesuatu saja dilarang, tentu saja tujuannya juga haram dilihat dari maksud pembicaraan.”
Dilihat dari perkataan Asy Syaukani ini, maka kita dapat simpulkan bahwa setiap jalan (perantara) menuju zina adalah suatu yang terlarang. Ini berarti memandang, berjabat tangan, berduaan dan bentuk perbuatan lain yang dilakukan dengan lawan jenis karena hal itu sebagai perantara kepada zina adalah suatu hal yang terlarang.
Islam Memerintahkan untuk Menundukkan Pandangan
Allah memerintahkan kaum muslimin untuk menundukkan pandangan ketika melihat lawan jenis. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah kepada laki–laki yang beriman : ”Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. An Nuur [24]: 30 )
Dalam lanjutan ayat ini, Allah juga berfirman, “Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : “Hendaklah mereka menundukkan pandangannya, dan kemaluannya” (QS. An Nuur [24]: 31)
Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat pertama di atas mengatakan, ”Ayat ini merupakan perintah Allah Ta’ala kepada hamba-Nya yang beriman untuk menundukkan pandangan mereka dari hal-hal yang haram. Janganlah mereka melihat kecuali pada apa yang dihalalkan bagi mereka untuk dilihat (yaitu pada istri dan mahromnya). Hendaklah mereka juga menundukkan pandangan dari hal-hal yang haram. Jika memang mereka tiba-tiba melihat sesuatu yang haram itu dengan tidak sengaja, maka hendaklah mereka memalingkan pandangannya dengan segera.”
Ketika menafsirkan ayat kedua di atas, Ibnu Katsir juga mengatakan, ”Firman Allah (yang artinya) ‘katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka’ yaitu hendaklah mereka menundukkannya dari apa yang Allah haramkan dengan melihat kepada orang lain selain suaminya. Oleh karena itu, mayoritas ulama berpendapat bahwa tidak boleh seorang wanita melihat laki-laki lain (selain suami atau mahromnya, pen) baik dengan syahwat dan tanpa syahwat. … Sebagian ulama lainnya berpendapat tentang bolehnya melihat laki-laki lain dengan tanpa syahwat.”
Lalu bagaimana jika kita tidak sengaja memandang lawan jenis?
Dari Jarir bin Abdillah, beliau mengatakan, “Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim no. 5770)
Faedah dari menundukkan pandangan, sebagaimana difirmankan Allah dalam surat An Nur ayat 30 (yang artinya) “yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka” yaitu dengan menundukkan pandangan akan lebih membersihkan hati dan lebih menjaga agama orang-orang yang beriman. Inilah yang dikatakan oleh Ibnu Katsir –semoga Allah merahmati beliau- ketika menafsirkan ayat ini. –Semoga kita dimudahkan oleh Allah untuk menundukkan pandangan sehingga hati dan agama kita selalu terjaga kesuciannya-
Agama Islam Melarang Berduaan dengan Lawan Jenis
Dari Ibnu Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali jika bersama mahromnya.” (HR. Bukhari, no. 5233)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya.” (HR. Ahmad no. 15734. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shohih ligoirihi)
Jabat Tangan dengan Lawan Jenis Termasuk yang Dilarang
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925)
Jika kita melihat pada hadits di atas, menyentuh lawan jenis -yang bukan istri atau mahrom- diistilahkan dengan berzina. Hal ini berarti menyentuh lawan jenis adalah perbuatan yang haram karena berdasarkan kaedah ushul “apabila sesuatu dinamakan dengan sesuatu lain yang haram, maka menunjukkan bahwa perbuatan tersebut adalah haram”. (Lihat Taysir Ilmi Ushul Fiqh, Abdullah bin Yusuf Al Juda’i)
Meninjau Fenomena Pacaran
Setelah pemaparan kami di atas, jika kita meninjau fenomena pacaran saat ini pasti ada perbuatan-perbuatan yang dilarang di atas. Kita dapat melihat bahwa bentuk pacaran bisa mendekati zina. Semula diawali dengan pandangan mata terlebih dahulu. Lalu pandangan itu mengendap di hati. Kemudian timbul hasrat untuk jalan berdua. Lalu berani berdua-duan di tempat yang sepi. Setelah itu bersentuhan dengan pasangan. Lalu dilanjutkan dengan ciuman. Akhirnya, sebagai pembuktian cinta dibuktikan dengan berzina. –Naudzu billahi min dzalik-. Lalu pintu mana lagi paling lebar dan paling dekat dengan ruang perzinaan melebihi pintu pacaran?!
Mungkinkah ada pacaran Islami? Sungguh, pacaran yang dilakukan saat ini bahkan yang dilabeli dengan ’pacaran Islami’ tidak mungkin bisa terhindar dari larangan-larangan di atas. Renungkanlah hal ini!
Mustahil Ada Pacaran Islami
Salah seorang dai terkemuka pernah ditanya, ”Ngomong-ngomong, dulu bapak dengan ibu, maksudnya sebelum nikah, apa sempat berpacaran?”
Dengan diplomatis, si dai menjawab,”Pacaran seperti apa dulu? Kami dulu juga berpacaran, tapi berpacaran secara Islami. Lho, gimana caranya? Kami juga sering berjalan-jalan ke tempat rekreasi, tapi tak pernah ngumpet berduaan. Kami juga gak pernah melakukan yang enggak-enggak, ciuman, pelukan, apalagi –wal ‘iyyadzubillah- berzina.
Nuansa berpikir seperti itu, tampaknya bukan hanya milik si dai. Banyak kalangan kaum muslimin yang masih berpandangan, bahwa pacaran itu sah-sah saja, asalkan tetap menjaga diri masing-masing. Ungkapan itu ibarat kalimat, “Mandi boleh, asal jangan basah.” Ungkapan yang hakikatnya tidak berwujud. Karena berpacaran itu sendiri, dalam makna apapun yang dipahami orang-orang sekarang ini, tidaklah dibenarkan dalam Islam. Kecuali kalau sekedar melakukan nadzar (melihat calon istri sebelum dinikahi, dengan didampingi mahramnya), itu dianggap sebagai pacaran. Atau setidaknya, diistilahkan demikian. Namun itu sungguh merupakan perancuan istilah. Istilah pacaran sudah kadong dipahami sebagai hubungan lebih intim antara sepasang kekasih, yang diaplikasikan dengan jalan bareng, jalan-jalan, saling berkirim surat, ber SMS ria, dan berbagai hal lain, yang jelas-jelas disisipi oleh banyak hal-hal haram, seperti pandangan haram, bayangan haram, dan banyak hal-hal lain yang bertentangan dengan syariat. Bila kemudian ada istilah pacaran yang Islami, sama halnya dengan memaksakan adanya istilah, meneggak minuman keras yang Islami. Mungkin, karena minuman keras itu di tenggak di dalam masjid. Atau zina yang Islami, judi yang Islami, dan sejenisnya. Kalaupun ada aktivitas tertentu yang halal, kemudian di labeli nama-nama perbuatan haram tersebut, jelas terlalu dipaksakan, dan sama sekali tidak bermanfaat.
Pacaran Terbaik adalah Setelah Nikah
Islam yang sempurna telah mengatur hubungan dengan lawan jenis. Hubungan ini telah diatur dalam syariat suci yaitu pernikahan. Pernikahan yang benar dalam Islam juga bukanlah yang diawali dengan pacaran, tapi dengan mengenal karakter calon pasangan tanpa melanggar syariat. Melalui pernikahan inilah akan dirasakan percintaan yang hakiki dan berbeda dengan pacaran yang cintanya hanya cinta bualan.
Dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kami tidak pernah mengetahui solusi untuk dua orang yang saling mencintai semisal pernikahan.” (HR. Ibnu Majah no. 1920. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani)
Kalau belum mampu menikah, tahanlah diri dengan berpuasa. Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mampu untuk menikah, maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagaikan kebiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ibnul Qayyim berkata, ”Hubungan intim tanpa pernikahan adalah haram dan merusak cinta, malah cinta di antara keduanya akan berakhir dengan sikap saling membenci dan bermusuhan, karena bila keduanya telah merasakan kelezatan dan cita rasa cinta, tidak bisa tidak akan timbul keinginan lain yang belum diperolehnya.”
Cinta sejati akan ditemui dalam pernikahan yang dilandasi oleh rasa cinta pada-Nya. Mudah-mudahan Allah memudahkan kita semua untuk menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Allahumma inna nas’aluka ’ilman nafi’a wa rizqon thoyyiban wa ’amalan mutaqobbbalan. [Muhammad Abduh Tuasikal]

dikutip dari : http://buletin.muslim.or.id/akhlaq/cinta-bukanlah-disalurkan-lewat-pacaran

MOTTO
"Hidup tanpa tantangan tidak patut untuk dijalani, karena layang-layang terbang bukan mengikuti arus tapi justru menentangnya" 
#salam Persahabatan Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Read More..

Sifat Mukmin Yang Dijamin Masuk Surga

Posted by J Rabu, 25 Desember 2013 0 komentar
Segala puji hanyalah milik Allah. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah, keluarga beliau, shahabat beliau, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.
Surga, siapa diantara kita yang tidak ingin masuk ke dalamnya? Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Penduduk surga bisa mendapatkan apa saja yang mereka inginkan di dalam surga. Dan di sisi Kami ada tambahan kenikmatan” (QS. Qaaf : 35). Allah Ta’ala juga berfirman dalam sebuah hadits qudsi, “Aku siapkan untuk hamba-hamba-Ku yang shalih apa yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia” (HR. Bukhari).
Kaum muslimin yang dimuliakan Allah, tentu kita semua ingin masuk surga. Terlebih lagi, di dalam surga terdapat puncak kenikmatan yang diidam-idamkan setiap muslim, yakni memandang wajah Allah Ta’ala. Namun, jalan menuju surga tidaklah mudah. Oleh karena itu, dibutuhkan perjuangan yang sungguh-sungguh untuk bisa istiqomah dalam menempuh jalan menuju surga.

Sifat mukmin yang dijamin masuk surga

Dari ‘Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Berikan jaminan padaku dengan enam perkara dari diri kalian, akan aku jamin surga untuk kalian : (1) Jujurlah jika berbicara (2) penuhilah jika kalian berjanji (3) tunaikanlah jika kalian diberi amanah (4) jagalah kemaluan kalian (5) tundukkan pandangan kalian (6) tahanlah tangan kalian” (HR. Ahmad, Hakim, dan lain-lain. Lihat Silsilah Ash Shahihah no. 1470).
Dalam hadits di atas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menybutkan enam sifat mukmin yang dijamin masuk surga. Semoga Allah memudahkan kita untuk memiliki keenam sifat tersebut.

Sifat ke-1: Jujur jika berbicara

Kejujuran adalah sebuah akhlak yang sangat mulia. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kalian wajib untuk jujur. Sesungguhnya kejujuran akan mengantarkan kepada kebaikan. Dan kebaikan akan mengantarkan kepada surga” (HR. Muslim). Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Kejujuran adalah jalan yang lurus dimana orang yang tidak menempuh jalan tersebut, dia akan celaka dan binasa. Dengan kejujuran inilah, akan terbedakan siapakah yang munafik dan siapakah orang yang beriman, dan siapakah yang termasuk penduduk surga dan siapakah yang termasuk penduduk neraka” (Madaarijus Salikin, 2/ 257).
Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan kita dari bahaya dusta. Beliau bersabda, “Hati-hatilah kalian dari dusta. Sesungguhnya dusta akan mengantarkan kepada maksiat, dan maksiat akan mengantarkan kepada neraka” (HR. Muslim). Termasuk perbuatan dusta yang sering diremehkan adalah berdusta dengan tujuan melawak. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Celakalah orang yang berdusta dalam berbicara supaya orang lain tertawa. Celaka dia! Celaka dia!” (HR. Abu Dawud).
Oleh karena itu, mari kita biasakan untuk jujur, baik dalam ucapan maupun perbuatan. Jujurlah ketika bicara, ketika ujian, ketika berjualan, ketika bekerja, ketika mengisi data untuk keperluan tertentu, dan lainnya.

Sifat ke-2 : Memenuhi janji

Memenuhi janji adalah diantara sifat seorang mukmin. Adapun tidak memenuhi janji adalah diantara sifat munafik. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tanda orang munafik ada tiga : Jika berkata maka berdusta, jika diberi amanah maka berkhianat, dan jika berjanji maka melanggar” (HR. Bukhari dan Muslim).
Diantara bentuk tidak memenuhi janji adalah orang tua yang menjanjikan anaknya yang sedang menangis dengan mengatakan “Diam nak… Nanti bapak belikan mainan” . Setelah anaknya diam, ternyata si ayah tidak membelikannya mainan. Ini termasuk menyelisihi janji. Dan diantara bentuk tidak memenuhi janji juga adalah terlambat mengembalikan barang pinjaman atau membayar hutang padahal sudah dijanjikan waktu pengembaliannya, terlambat memenuhi waktu perjanjian yang mana waktunya telah disepakati, dan lainnya. (lihat Akhlak-akhlak Buruk karya Syaikh Muhammad bin Ibrahim Al Hamd, hal. 52-56).

Sifat ke-3 : Menunaikan amanah

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk menunaikan amanah kepada orang yang berhak menerimanya” (QS. An Nisaa : 58). Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Amanah itu pembahasannya luas sekali. Dan pada intinya, amanah ada pada dua hal : amanah yang berkaitan dengan hak-hak Allah, yakni amanah yang diemban seorang hamba untuk beribadah kepada Allah dan amanah yang berkaitan dengan hak manusia” (Syarh Riyadhus Shalihin, 2/463).
Maka, beribadah kepada Allah juga merupakan amanah yang harus ditunaikan seorang hamba. Amanah tersebut berkaitan dengan hak Allah. Adapun amanah yang berkaitan dengan hak manusia contohnya adalah barang titipan dari seseorang, jabatan atau kekuasaan, serta rahasia yang harus dijaga.
Syaikh Ibnu ‘Utsaimin juga mengatakan, “Menunaikan amanah adalah tanda-tanda keimanan seseorang. Jika engkau menjumpai seseorang yang memegang amanahnya, menunaikannya dengan sebaik-baiknya, maka ketahuilah dia adalah orang yang kuat imannya. Sebaliknya, jika engkau mengetahui bahwa dia berkhianat, ketahuilah bahwa dia orang yang lemah imannya” (Syarh Riyadhus Shalihin, 2/464).

Sifat ke-4 : Menjaga kemaluan

Di dalam Al Qur’an, Allah menerangkan bahwa diantara sifat seorang mukmin yang beruntung adalah orang yang menjaga kemaluannya. Allah berfirman (yang artinya), “dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali kepada istri-istri atau budak-budak mereka, maka mereka itu tidak tercela. Adapun orang-orang yang mencari selain itu, mereka adalah orang yang melampaui batas”(QS. Al Mu’minuun : 5-7).
Maka, mukmin yang beruntung adalah yang menjaga kemaluannya. Adapun orang yang tidak menjaganya dengan berzina atau onani, maka dia adalah orang yang melampaui batas. Allah berfirman (yang artinya), “Janganlah kalian mendekati zina. Sesungguhnya zina adalah perbuatan keji dan jalan yang buruk” (QS. Al Israa : 32). Imam Ahmad mengatakan, “Aku tidak tahu ada dosa yang paling besar setelah membunuh selain zina” (Al Jawaabul Kaafi, hal. 162).
Kaum muslimin yang dimuliakan Allah, sesungguhnya dibalik kenikmatan semu zina terdapat kepedihan dan kesengsaraan. Sungguh indah ungkapan seorang penyair :
Kenikmatan yang dirasakan oleh orang yang melakukan keharaman akan sirna…
Dan yang tersisa adalah kerendahan dan kehinaan…
Dan akhir dari kenikmatan haram tersebut adalah keburukan…
Tidak ada kebaikan pada suatu kelezatan jika dibaliknya adalah neraka…

Sifat ke-5 : Menundukkan pandangan

Allah berfirman (yang artinya), “Katakanlah kepada orang-orang yang beriman, hendaknya mereka menundukkan pandangannya dan menjaga kemaluan mereka. Sesungguhnya itu lebih suci bagi mereka” (QS. An Nuur : 30).
Ibnul Qayyim mengatakan, “Pandangan adalah penunjuk jalan serta utusan syahwat. Menjaga pandangan adalah modal pokok untuk menjaga kemaluan. Siapa yang tidak menjaga pandangannya, dia telah menempatkan dirinya ke tempat kehancuran” (Al Jawaabul Kaafi, hal. 216). Oleh karena itu, menjaga kemaluan tergantung kepada menjaga pandangan. Orang yang mampu menjaga pandangannya, akan mampu menjaga kemaluannya dengan izin Allah.
Maka jagalah pandangan dari lawan jenis. Orang yang mampu menjaga pandangannya, Allah akan menerangi hatinya dengan cahaya. Ibnul Qayyim mengatakan, “Menundukkan pandangan akan memberikan cahaya dan kemuliaan kepada hati yang akan nampak pengaruhnya pada mata, wajah, dan anggota tubuh lainnya sebagaimana melepaskan pandangan akan memberikan kegelapan kepada hati yang akan nampak pengaruhnya pada wajah dan anggota tubuh lainnya” (Raudhatul Muhibbin, hal. 73).

Sifat ke-6 : Tidak menganggu orang lain

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan orang-orang yang menyakiti laki-laki dan wanita yang beriman tanpa ada kesalahan yang mereka perbuat, sungguh mereka telah menanggung kedustaan dan dosa yang nyata” (QS. Al Ahzab : 58). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang muslim adalah seseorangyangkaum musllimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya” (Muttafaqun ‘alaih).
Seorang muslim adalah orang yang tidak menganggu saudaranya, temannya, maupun tetangganya. Mereka merasa aman dengan kehadiran dirinya. Adapun orang yang suka mengganggu atau menyakiti orang lain, baik dengan lisan maupun tangannya, maka dia bukanlah seorang muslim yang sejati. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap muslim itu bersaudara. Maka tidak boleh menzhaliminya, menelantarkannya, mendustakannya, ataupun menghinanya. (Lalu beliau bersabda) Cukuplah seseorang dikatakan telah berbuat keburukan jika ia menghina saudaranya sesama muslim. Darah, harta, dan kehormatan setiap muslim atas muslim lainnya adalah haram (untuk diganggu)” (HR. Muslim)

Segala taufik hanya ditangan Allah

Kaum muslimin yang dirahmati Allah, itulah enam sifat seorang mukmin yang dijamin oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk masuk surga. Kita memohon kepada Allah agar memberikan kita taufik-Nya serta membantu kita untuk melaksanakan keenam sifat tersebut, karena tiada daya dan upaya melainkan dari Allah Ta’ala. Sesungguhnya Dia adalah Dzat Yang Maha mendengar lagi mengabulkan do’a.
Penulis : Yananto Sulaimansyah

Muroja’ah : Ustadz Abu Salman

dikutip dari : http://buletin.muslim.or.id/aqidah/sifat-mukmin-yang-dijamin-masuk-surga

MOTTO
"Hidup tanpa tantangan tidak patut untuk dijalani, karena layang-layang terbang bukan mengikuti arus tapi justru menentangnya" 
#salam Persahabatan Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Read More..

LIKE FANPAGE INDAHNYA PERSAHABATAN

KELUARGA HIMPUNAN

KELUARGA HIMPUNAN

Total Pengunjung